edisiana.com – CD Ebro, di ambang sejarah, lalu terbangun oleh realitas. Di Stadion Ibercaja, Zaragoza, tim kecil dari Segunda Federación itu membuat Osasuna berkeringat dingin dalam duel putaran kedua Copa del Rey.
Selama sebagian besar laga, Ebro menekan, berlari, dan bertarung tanpa kenal takut—seolah ingin mengirim pesan: di Copa, siapa pun bisa bermimpi.
Namun mimpi itu buyar di menit ke-78.
Saat skor masih 1-1, Osasuna akhirnya menemukan celah dan mengambil kendali, mengakhiri laga dengan kemenangan 3-5.
Tim Navarrese pun melangkah ke babak berikutnya, tetapi bukan tanpa rasa lega—karena Ebro sempat membuat mereka berada di tepi jurang.
Sementara itu di La Florida, cerita berbeda terjadi. Carlos Vicente dan Toni Martínez memimpin Deportivo Alavés meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Portugalete, tim dari RFEF Tercera.
Melansir MD, tanpa kesulitan berarti, Alavés memastikan tiket ke babak 16 besar Copa del Rey, menunjukkan bahwa mereka tidak ingin menjadi korban kejutan seperti yang nyaris terjadi pada Osasuna.
Copa del Rey kembali membuktikan: selalu ada ruang untuk drama, kejutan, dan cerita yang membuat jantung berdegup lebih kencang.(maq)










