edisiana.com – St James’ Park kembali bergemuruh. Saat Newcastle membutuhkan pemimpin, Bruno Guimarães berdiri paling depan.
Sang kapten menginspirasi, mencetak gol, dan memimpin timnya meraih kemenangan krusial yang diraih dengan susah payah atas Crystal Palace untuk membuka tahun baru dengan senyum.
Pertandingan berjalan ketat dan penuh ketegangan. Palace bertahan disiplin, Newcastle menekan tanpa henti.
Kebuntuan baru pecah kurang dari 20 menit jelang akhir laga—dan seperti sudah ditakdirkan, Bruno yang memecahkannya.
Umpan silang melayang ke kotak penalti. Bruno naik lebih tinggi dari semua orang. Sundulan tajam melewati Dean Henderson. Gol. Ledakan di tribun.
Newcastle musim ini kerap dihantui kenangan pahit: unggul lalu kehilangan poin. Namun kali ini, tim Eddie Howe menunjukkan kedewasaan.
Mereka tidak goyah. Mereka justru semakin menggigit.Dan lagi-lagi, Bruno berada di pusat segalanya.
Dari tendangan sudut melengkung ke dalam, Newcastle menggandakan keunggulan. Henderson hanya mampu menepis bola berbahaya itu.
Pantulan jatuh ke Malick Thiaw—dan bek itu menghantamnya dengan tendangan keras tanpa ampun. Laga dikunci.Peluit akhir memastikan segalanya: Newcastle menang, dan klasemen pun berubah.
The Magpies menyalip Crystal Palace dan naik ke posisi kesembilan.Sebaliknya, awan gelap menyelimuti Palace.
Melansir BBC, tim asuhan Oliver Glasner kini terperosok ke peringkat 14 dan belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Malam ini bukan sekadar tiga poin.
Ini adalah pesan dari sang kapten: Newcastle hidup. Newcastle percaya.(maq)










