Bola  

Argentina Lolos, tetapi Kini Giliran Scaloni yang Harus Munculkan Messi Baru

Argentina tidak bisa berharap dengan Lionel Messi terus. Foto: via MD

edisiana.com – Lionel Scaloni merayakan pertandingan ke-100 sebagai pelatih Argentina dalam duel melawan Tanjung Verde. Namun, tonggak bersejarah itu tidak diiringi malam yang tenang. Albiceleste harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu untuk memastikan tiket ke fase berikutnya.

Dalam delapan tahun terakhir, Scaloni dan Lionel Messi telah menjadi pasangan yang nyaris tak terpisahkan. Melansir MD, Messi membesarkan era Scaloni, sementara Scaloni menciptakan lingkungan yang memungkinkan sang kapten terus bersinar. Keduanya saling melengkapi dan mengangkat satu sama lain.

Di situlah letak rahasia kesuksesan Argentina hingga menjadi juara dunia.

Namun, Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita yang berbeda. Sejauh ini, Argentina masih terlalu bergantung pada sang pemilik nomor 10. Di usia 39 tahun, Messi kembali menjadi penyelamat lewat kualitas, pengalaman, dan gol-golnya ketika tim berada dalam tekanan.

Laga melawan Tanjung Verde menjadi bukti nyata. Argentina menderita lebih dari yang diperkirakan dan baru mampu mengamankan kemenangan setelah melalui perpanjangan waktu, sekali lagi berkat pengaruh sang kapten.

BACA JUGA:  Pesta Gol dan Sejarah! Coventry City Bungkam QPR 7-1 di Akhir Pekan Bersejarah

Kini, bukan hanya Messi yang dibutuhkan. Argentina juga memerlukan “Lionel” lain: Scaloni yang mampu menemukan solusi baru, membangun variasi permainan, dan menghadirkan sosok-sosok yang bisa mengurangi ketergantungan pada sang legenda.

Pertandingan ke-100 seharusnya menjadi perayaan. Namun, malam itu justru menjadi pengingat bahwa jika Argentina ingin mempertahankan mimpinya di Piala Dunia 2026, Scaloni harus kembali menunjukkan sentuhan magisnya sebagai pelatih, bukan hanya berharap Messi terus menyelamatkan tim.(maq)