Como Tahan Raksasa! Inter Mandul di Malam Penuh Ketegangan

Pemain Como merayakan gol kemenangan. Foto: via MD

edisiana.com – Como menulis kisah berani di bawah sorotan lampu semifinal Piala Italia. Pada Selasa malam yang panas dan penuh tensi, mereka memaksa Inter Milan pulang tanpa gol.

Skor kacamata, tetapi pesan yang dikirim jelas: Como tidak datang hanya untuk menjadi figuran.

Di hadapan lawan yang sarat sejarah, Como justru tampil lebih berani. Peluang demi peluang tercipta, ritme permainan mereka lebih hidup, lebih lapar.

Namun satu hal yang hilang: sentuhan akhir. Inter selamat dari malam yang bisa saja berubah menjadi mimpi buruk.

BACA JUGA:  Xavi: Kami Kalah Jika Hanya Meraih Supercopa Saja

Leg kedua dijadwalkan pada 22 April. Segalanya masih terbuka. Dan jika Como mampu mengulang intensitas ini—dengan sedikit ketajaman ekstra—kejutan besar bukanlah hal mustahil.

Sementara itu, semifinal lainnya akan mempertemukan Lazio dan Atalanta pada Rabu malam. Aroma final sudah terasa.

Inter, yang akan menghadapi AC Milan dalam laga derbi panas pada hari Minggu, memilih merotasi beberapa pemain inti. Keputusan yang bisa dimengerti… tetapi berisiko.

BACA JUGA:  Pogba Sudah Tak Bahagia di Setan Merah

Melansir ESPN, Nerazzurri memang raja tradisi di kompetisi ini dengan sembilan gelar Coppa Italia di lemari trofi mereka. Namun malam ini, sejarah tidak cukup untuk membongkar pertahanan Como.

Bagi Como, ini bukan sekadar hasil imbang. Ini adalah deklarasi ambisi. Mereka sedang memburu trofi tingkat atas pertama dalam sejarah klub. Dan sekarang, mimpi itu masih sangat hidup.

Di Giuseppe Meazza, tak ada gol. Tapi ada pesan keras: Como percaya.(maq)