edisiana.com – Juventus versi Luciano Spalletti terus memberi sinyal bahaya kepada para pesaingnya. Di Allianz Stadium, Rabu dini hari, Bianconeri mengeksekusi laga Piala Italia dengan efisien—dan tentu saja dengan sentuhan “klinikal” ala Juve—menggulung Udinese 2-0 untuk memastikan tiket ke perempat final.
Juve, sang penguasa sejati kompetisi ini dengan 15 trofi, kini menunggu lawan berikutnya: Atalanta atau Genoa, yang akan saling sikut pada hari yang sama. Apa pun hasilnya, aroma laga besar sudah tercium.
Keunggulan Juventus lahir di pertengahan babak pertama. Weston McKennie, yang tampak seperti terlahir kembali musim ini, merobek sisi kanan pertahanan Udinese dengan lari khasnya.
Ia mengirimkan umpan silang mendatar yang tampak sederhana… sampai Palma—hanya 17 tahun—membelokkan bola ke gawangnya sendiri saat berusaha menghalau ancaman dari Jonathan David.
Stadion meledak—bukan karena gol spektakuler, tetapi karena tekanan Juve akhirnya membuahkan hasil.
Babak kedua menghadirkan drama mini. VAR memanggil wasit untuk meninjau kontak antara Palma dan Juan Cabal di dalam kotak penalti. Tayangan ulang tak memberi ruang untuk ragu: foul, titik putih.
Masuk Manuel Locatelli, baru dari bangku cadangan, langsung mengambil alih tanggung jawab. Tanpa basa-basi, ia mengeksekusi penalti lurus ke tengah—dingin, tenang, penuh kepercayaan diri.
Dengan skor 2-0, Juventus menutup laga tanpa banyak risiko, memaksa Udinese pulang dengan tangan hampa dan meninggalkan kesan bahwa Bianconeri sedang memasuki fase yang lebih serius dan matang.
Melansir ESPN, Juve menang, Spalletti puas, dan Piala Italia kedatangan salah satu favoritnya di perempat final. Bianconeri melaju—dengan langkah mantap, dan pesan yang jelas terbaca di seluruh Italia.(maq)











