edisiana.com – Everton akhirnya menemukan cahaya di ujung terowongan tandang mereka—dan sinar itu datang dari kaki Jack Grealish.
Sang winger Inggris meledakkan gol kemenangan di Vitality Stadium, memaksa Bournemouth merasakan pahitnya kekalahan keempat dalam lima pertandingan. Krisis? Sudah pasti. Kepanikan? Mulai terasa.
Pertandingan ini tampak seperti akan berakhir tanpa kejutan. Minim peluang bersih, ketegangan yang mengambang di udara, dan kedua tim bermain hati-hati.
Tapi semua berubah ketika Grealish melepaskan tembakan dari jarak 20 yard—sebuah tendangan yang membentur Bafode Diakité dan membuat Neto tak berdaya. Defleksi kejam, hasil yang mematikan.
Sebelum itu, Everton sebenarnya sudah mendekati gol. Dalam momen yang membuat seluruh stadion menahan napas, Alex Scott hampir mencetak gol bunuh diri, sundulannya membentur mistar gawang sendiri saat mencoba menghalau tendangan sudut.
Sementara itu, Thierno Barry hampir mencetak gol pertamanya bagi Everton, namun penyelamatan luar biasa dari Petrovic menggagalkannya.
Everton tampak lebih percaya diri, lebih rapi, dan lebih berbahaya di babak kedua… hingga akhirnya Grealish memastikan semuanya.
Kutukan Tandang Berakhir: Moyes
Kemenangan ini terasa manis bukan hanya karena golnya, tapi karena konteksnya: ini adalah kemenangan pertama Everton dalam sembilan kunjungan liga ke markas Bournemouth.
David Moyes akhirnya mematahkan kutukan yang menghantui Toffees selama bertahun-tahun. Dan jangan lupakan statistik yang membuat Everton terlihat seperti penguasa jalanan Premier League di bawah Moyes:
Sejak laga tandang pertama Moyes usai kembali menangani Everton Januari lalu, hanya Arsenal (30 poin) yang meraih lebih banyak poin tandang.
Menukil BBC, Everton duduk nyaman di posisi dua daftar itu dengan 27 poin tandang.
Lebih dahsyat lagi: tak ada tim yang mencatat lebih banyak kemenangan tandang dalam periode tersebut dibandingkan The Toffees (8 kemenangan).
Everton naik, Bournemouth runtuh.
Satu gol yang bisa mengubah cerita dua klub. Dan malam ini, Jack Grealish menulis cerita itu dengan tinta tebal.(maq)










