edisiana.com – Real Madrid sudah bersiap untuk malam besar di Anfield. Pemuncak La Liga itu akan berhadapan dengan Liverpool pada Selasa malam di Liga Champions — dan sorotan utama tak terelakkan jatuh pada satu nama: Trent Alexander-Arnold.
Bagi sang bek kanan, ini bukan sekadar laga babak grup. Ini adalah kepulangan emosional. Setelah lebih dari 350 penampilan, dua trofi Premier League dan satu Liga Champions bersama The Reds.
Bintang Inggris itu kini kembali — namun dengan logo Madrid di dadanya. “Ketika hasil undian keluar, semua orang tahu ini akan terjadi. Sepertinya memang sudah ditakdirkan,” ujar Alexander-Arnold dinukil dari MetroSports pada Senin ini.
“Perasaan saya campur aduk. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tapi saya bersemangat. Laga besar, panggung besar — saatnya memberikan yang terbaik.”
Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi, memimpin klasemen domestik dan berambisi mengirim pesan kuat ke seluruh Eropa. Namun di Anfield, emosi akan berbaur dengan rivalitas.
Bagi publik Merseyside, Alexander-Arnold adalah anak lokal, simbol kebanggaan. Kini, ia menjadi lawan.
Dan jika malam itu berjalan sesuai naskah sepak bola penuh drama? Alexander-Arnold sudah tahu apa yang harus dilakukan.
“Saya belum memikirkannya sejauh itu. Tapi, jika saya mencetak gol, saya tidak akan merayakannya,” katanya soal kemungkinan mencetak gol ke gawang mantan klubnya.
Anfield menanti. El chico de Liverpool kini berbaju putih, dan sepak bola sekali lagi menghadirkan panggung untuk cerita yang tak pernah usang — rindu, ambisi, dan takdir.(maq)









