edisiana.com – Parma akan menjamu Como pada Sabtu malam dengan ambisi mempertahankan status mereka di Serie A. Sementara sang tamu berharap mencuri poin di Stadio Tardini untuk melanjutkan tren positif mereka di papan klasemen.
Kedua tim sempat berjumpa di Serie B musim lalu, dan kini kembali bertemu di kasta tertinggi sepak bola Italia. Pertemuan terakhir mereka berakhir imbang 1-1 di Stadio Sinigaglia pada bulan Oktober lalu.
Namun, di kandang sendiri, Parma memiliki rekor impresif atas Como—tak terkalahkan dalam 15 pertemuan terakhir, termasuk sembilan kemenangan.
Di bawah arahan Cristian Chivu, Parma perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Meski belum aman dari ancaman degradasi, kemenangan mereka pekan lalu—ditambah hasil-hasil positif lainnya—membuat mereka unggul tujuh poin dari zona merah, dengan hanya empat laga tersisa.
Dari sembilan pertandingan pertama di bawah Chivu, Parma meraih dua kemenangan dan enam hasil imbang.
Parma juga tampil mengejutkan dalam beberapa laga terakhir, menggagalkan ambisi Inter Milan, menahan Fiorentina, mengalahkan Juventus 1-0, dan mencuri satu poin dari Roma.
Namun, mereka masih belum mampu menang di laga tandang sejak menaklukkan Venezia pada November.
Dua gol Jacob Ondrejka sempat membawa Parma unggul atas Lazio, tapi kebobolan di menit-menit akhir membuat mereka gagal mengamankan kemenangan penuh.
Kini, performa kandang kembali menjadi tumpuan. Gialloblu tak terkalahkan dalam empat laga terakhir di Stadio Tardini sejak Chivu menggantikan Fabio Pecchia, pelatih yang membawa mereka promosi musim lalu.
Diprediksi lineup awal Parma akan menurunkan pemain intinya, Suzuki; Delprato, Leoni, Valenti; Hainaut, Ondrejka, Keita, Sohm, Valeri; Pellegrino, Bonny.
Begitu juga Como, klub milik pengusaha Indonesia dengan susunan pemain, Butez; Vojvoda, Goldaniga, Kempf, Valle; Caqueret, Da Cunha; Strefezza, Paz, Ikone; Cutrone.(maq)










