Roket Satriano Menghantam Bernabéu: Madrid Keok, Barcelona pun Tersenyum

Satriano yang mencetak gol kemenangan Getafe. Foto: via ESPN

edisiana.com – Malam Senin yang seharusnya menjadi panggung kebangkitan berubah menjadi drama pahit bagi Real Madrid. Di kandang sendiri, Los Blancos tersungkur 0-1 dari Getafe CF akibat satu momen kilat: roket mematikan dari Satriano.

Kekalahan ini membuat jarak dengan pemuncak klasemen, FC Barcelona, tetap menganga. Kesempatan memangkas empat poin pun melayang di udara malam Madrid.

Madrid menguasai permainan sejak peluit awal. Bola berputar di kaki para pemain putih, tekanan demi tekanan diarahkan ke jantung pertahanan Getafe.

Namun dominasi tanpa ketajaman hanyalah ilusi.Getafe menunggu. Sabar. Tertib. Dan menghukum.

Petaka itu tiba pada menit ke-39. Mauro Arambarri menyundul bola, si kulit bundar melayang sesaat sebelum jatuh—dan di situlah Satriano menyambar dengan sepakan roket.

BACA JUGA:  De Gea Penerima Sarung Emas

Tembakan kerasnya melesat melewati Thibaut Courtois dan bersarang di sudut atas gawang. Tak terjangkau. Tak terhindarkan. 0-1. Bernabéu terdiam.

Madrid mencoba merespons sebelum jeda.
Sundulan Aurélien Tchouaméni memanfaatkan umpan silang Vinícius Júnior sempat memberi harapan, namun terlalu dekat dengan kiper Getafe, Soria.

Babak kedua dibuka dengan frustrasi. Thiago Pitarch melepaskan tembakan dari 20 yard, tetapi kembali tepat ke pelukan penjaga gawang.

Manajer Álvaro Arbeloa bereaksi. Tiga pergantian sekaligus: Rodrygo, Dean Huijsen, dan Dani Carvajal dimasukkan untuk mengguncang ritme.

Namun Getafe menutup ruang seperti benteng baja. Setiap celah ditambal, setiap umpan dipatahkan.

BACA JUGA:  Bos Madrid: Kami Spektakuler Musim Ini

Lima belas menit menjelang akhir, Antonio Rüdiger menyundul bola melintasi muka gawang. Huijsen terlambat sepersekian detik di tiang jauh. Bola melebar tipis.
Rodrygo mencoba lagi dengan sundulan dari sisi kanan. Lagi-lagi tak ada sentuhan akhir.

Mastantuono hampir menjadi penyelamat saat memaksa Soria melakukan penyelamatan gemilang dari sisi kanan kotak penalti. Namun malam itu memang bukan milik Madrid.

Sebaliknya, tragedi kecil menutup laga. Mastantuono diganjar kartu merah langsung akibat protes keras kepada wasit.

Dari kubu tamu, Adrián Liso juga diusir setelah menerima kartu kuning kedua karena menendang bola dengan emosi yang tak perlu.

BACA JUGA:  Bayern Munich Tak Terbendung, Hajar Dortmund 2-1 di Der Klassiker

Peluit panjang berbunyi. Skor tetap 0-1. Getafe pulang dengan tiga poin emas. Madrid tertunduk.

Di klasemen, Barcelona tersenyum. Sementara di Bernabéu, yang tersisa hanyalah penyesalan—dan gema roket Satriano yang masih terngiang di malam Madrid.(maq)