Paru-paru Dunia Terbakar

630
Lokasi kebakaran di Cagar Biosfer Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Riau. Foto: MCR

Luas Kebakaran di Cagar Biosfer Lebih 100 Hektare

Riau, edisiana.comParu-parunya dunia di Cagar Biosfer di Desa Bagan Benio Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis terbakar. Luasnya yang terbakar lebih 100 hektare.

“Lokasi kebakaran di Cagar Biosfer Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, lebih dari 100 hektare,” tutur Kepala BBKSDA Riau Suharyono, seperti dilansir mediacenter.riau.go.id pada Rabu, 3 Maret 2021.

Cagar ini merupakan lahan gambut raksasa di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Dengan luas 705.271 hektare, Cagar Biosfer ini dideklarasikan UNESCO dalam Man and the Biosphere (MAB) Programme, untul mendukung industri kayu berkelanjutan.

BACA JUGA:  Pulau Rupat, Mutiara dari Timur Laut Riau

Menurut Suharyono, tim gabungan mengalami sangat melakukan pemadaman api lantaran akses jalan menuju lokasi kebakaran cukup jauh.  

“Saya langsung ke lokasi bersama tim, kendalanya ketersediaan air. Karena air dari titik kebakaran cukup jauh, ini sudah hari ke 11 tim kita berada di sana,” sebut Suharyono.

Selain itu kontur tanah pada hutan yang terbakar di sana berjenis gambut. Kalau hujan, tambahnya, tanah akan terendam air. Dan jika musim kemarau tiba selama 1-2 pekan, maka tanah akan sangat kering.

“Sehingga pemantik sekecil apapun bisa menjadi pemantik yang susah dikendalikan. Kami yakin, alam tidak mengeluarkan api dengan sendirinya. Tapi ini jelas perbuatan manusia. Tinggal manusia siapa yang memantik timbulnya api, ini sedang kami tindaklanjuti. Karena terjadi beberapa spot berkaitan, antara spot 1,2 dan 3 yang kemudian jadi sangat luas,” papar dia.

BACA JUGA:  Angka Isolasi Mandiri di Riau Sudah 8.245 Orang

Perkiraan lasar BBKSDA Riau, luas lahan terbakar lebih dari 100 hektare. Hutan di sana, tidak ada pohon besar. Semua tanaman kantong semar.

“Struktur tanah jenis gambut rata-rata kedalamannya di atas 2 meter. Sangat sulit jalan di sana karena butuh energi saat ke lokasi,” ucapnya.

Khusus di Giam Siak Kecil, lanjut Suharyono, pihaknya bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tim Balai atau resort. Ada juga dukungan TNI dan Polri, tapi di luar kawasan. 

BACA JUGA:  Sungai Sail Meluap, Banjir Lima Tahun pun Datang

“Karena terjadi kebakaran yang cukup sporadis juga. Satu hal yang membanggakan karena ada salah satu perusahaan membantu logistik dan personel untuk kami,” jelas Suharyono. 

Suharyono juga menerangkan, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, pemerintah bukan hanya butuh air, tetapi bagaimana merubah mental pelaku kebakaran hutan dan lahan. 

“Mari kita lakukan bersama-sama. Tidak mungkin binatang membawa korek api ke hutan, pasti manusia yang membawa,” tegasnya.(maq)

BAGIKAN