Ini Alasan Gol Uruguay yang Kontraversi Disahkan

Dari sudut kamera pemain Uruguay dinilai offside. Foto: via ESPN

edisiana.com – Gol pemain Uruguay Mathías Olivera yang membuat timnas Amerika tersingkir diwarnai kontraversi. Pemain negeri Paman Sam sempat protes, tapi wasit tetap ngesahkan.

Gol satu-satunya itu terjadi pada menit ke-66, ketika kiper AS Matt Turner gagal menahan sundulan Ronald Araújo. Lantas Olivera mencetak gol melalui bola rebound.

Amerika mengajukan banding atas gol Olivera karena offside, dan pemeriksaan VAR yang panjang pun menyusul.

Para pakar bola bersikukuh bahwa pencetak gol, Mathías Olivera, jelas-jelas berada di depan bek terakhir ketika bola terakhir kali disentuh oleh rekan setimnya.

BACA JUGA:  Mengejutkan! Gabriel Jesus Besok Bisa Main

Sementara dari satu sudut kamera Olivera terlihat jelas berada dalam posisi offside. Dan sudut kamera lainnya yang digunakan VAR terlihat lebih dekat, namun tetap offside.

Sementara itu Copa América tidak ada teknologi offside semi-otomatis (SAOT). Asisten video memiliki versi lama, yang menggunakan garis bidik dan memerlukan penerapan garis secara manual ke dua pemain, atau ke penyerang dan bola.

BACA JUGA:  Belanda Taklukkan Bosnia 5-2 di Philips Stadion

SAOT, sebuah animasi membawa pemirsa sejalan dengan keputusan dan menunjukkan dengan tepat bagian mana dari penyerang yang berada dalam posisi offside, atau bagaimana pemain bertahan memainkannya secara onside.

Sisi sebaliknya adalah SAOT lebih akurat, sehingga manfaat dari keraguan — atau garis yang bersentuhan dihilangkan.

Demikian pula, jika Copa América ditingkatkan ke SAOT, ada kemungkinan besar bahwa gol Olivera akan dianggap offside, karena gol dianulir dengan margin yang jauh lebih kecil.(maq)