edisiana.com – Robin van Persie menolak tunduk pada badai kritik. Legenda Belanda itu menepis anggapan bahwa kursinya di Feyenoord mulai goyah, meski hasil buruk kembali menghantam timnya akhir pekan ini.
Kekalahan telak 3-0 dari PSV pada Minggu menjadi tamparan keras terbaru. Feyenoord kini tertinggal 17 poin dari puncak klasemen—jarak yang terasa seperti jurang di tengah musim.
Situasi kian memanas. Dalam enam laga liga terakhir, Feyenoord hanya mampu meraih satu kemenangan. Catatan yang memantik tanda tanya besar soal masa depan Van Persie, meskipun klub masih bertengger di posisi kedua.
Bencana tidak berhenti di Eredivisie. Di Eropa, Feyenoord sudah tersingkir dari Liga Europa, menelan enam kekalahan dan hanya mencatat dua kemenangan di fase liga. Statistik yang sulit dibela untuk klub sebesar Feyenoord.
Namun Van Persie belum menyerah. Pelatih berusia 41 tahun itu disebut tidak berniat mundur dan yakin mampu membalikkan keadaan, meski tekanan semakin menggila.
Ketika ditanya soal nasibnya, jawabannya singkat, dingin, dan penuh makna. “Anda harus bertanya kepada manajemen klub,” ujar Van Persie, dikutip dari Daily Mail pada hari ini.
Pesan jelas: badai belum reda. Dan masa depan Van Persie kini sepenuhnya berada di tangan Feyenoord.(maq)










