edisiana.com – Espanyol terus menjaga mimpi Eropa tetap menyala. Dalam laga yang penuh tensi pada Senin dini hari WIB, Los Pericos meraih kemenangan 1-0 saat bertandang ke markas Celta Vigo.
Yakni sebuah duel yang lebih banyak dikuasai tuan rumah, tapi justru ditaklukkan oleh satu sengatan telat yang mematikan.
Celta mengontrol bola, menekan, menggempur, dan memaksa Espanyol bertahan sejauh mungkin ke area sendiri. Namun dominasi mereka terasa hambar: minim peluang bersih, minim ketajaman, dan pada akhirnya minim hasil.
Dan seperti klub besar yang belajar dari luka-luka masa lalu, Espanyol menunggu, bertahan, dan menunggu sedikit lagi… hingga momen emas itu datang.
Menit ke-86, Kike García muncul sebagai algojo yang dingin. Satu peluang, satu tembakan, satu gol — dan mendadak Balaídos terdiam. Gol yang menghantam langsung jantung Celta, sekaligus menyulut euforia di kubu Catalan.
Dengan kemenangan ini, menurut MD, Espanyol mengoleksi 24 poin, mengokohkan diri di zona Eropa dan memberi para pendukungnya alasan nyata untuk bermimpi lebih tinggi. Ya, Eropa bukan lagi utopia — kini tampak dalam jangkauan.
Celta? Masih tanpa kemenangan di kandang, masih mencari ketajaman, dan semakin jauh dari jalur menuju kompetisi antarbenua.
Espanyol pulang dengan tiga poin emas. Celta tertinggal dengan rasa frustrasi. Sepak bola, pada akhirnya, selalu kejam bagi mereka yang gagal memanfaatkannya.(maq)










