Batam Melaju Kencang! Investasi Tembus Rp54,7 T, BP Batam Siapkan Lompatan 2026

Kepala BP Batam Amsakar Achmad didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra saat menyampaikan laporan di rapat bersama Dewas. Foto: Humas

edisiana.com – Batam terus melesat menuju status sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga Oktober 2025, realisasi investasi di bawah kendali BP Batam telah mencapai Rp54,7 triliun, atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun — sebuah capaian yang menegaskan solidnya kepercayaan investor terhadap kota industri ini.

Demikian ditegaskan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad saat rapat koordinasi bersama Dewan Pengawas (Dewas), Jumat, 31 Oktober 2025.

Amsakar mengungkapkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi motor utama penggerak ekonomi Batam, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) terus menunjukkan tren positif dan stabil.

BACA JUGA:  Dua Wasit VAR Dikenai Sanksi, Dilarang Dua Pertandingan

“Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari peraturan pemerintah yang baru agar iklim investasi tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar.

Optimalisasi Kinerja Menuju 2026

Dalam rapat tersebut, Amsakar juga meminta arahan Dewas untuk memastikan seluruh indikator kinerja utama (IKU) BP Batam dapat tercapai secara optimal di tahun mendatang.

BACA JUGA:  Walikota Optimis Ekonomi Batam Akan Menyentuh 7,5 Persen

Salah satu fokus utama adalah peningkatan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui efisiensi tata kelola dan percepatan layanan investasi.

“Hasil rapat ini akan kami tindak lanjuti agar setiap unit kerja dapat segera menyusun rencana aksi. Harapannya, pertumbuhan investasi mampu memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi Batam secara keseluruhan,” tambahnya.

Dengan langkah penguatan tata kelola, optimalisasi investasi, dan implementasi kebijakan baru, BP Batam menatap 2026 sebagai tahun akselerasi besar—menjadikan Batam bukan sekadar kawasan industri, melainkan ikon daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.(*)