edisiana.com – Sunderland bersiap menghadapi malam yang terasa seperti vonis. Manchester City tiba di Stadium of Light pada malam ini waktu Inggris, membawa reputasi raksasa dan ambisi juara, sementara tuan rumah justru limbung oleh badai absensi.
Daftar korban Sunderland panjang dan menyakitkan. Melansir Sport Mole, menyebutkan Ajibola Alese masih terkapar dengan cedera bahu, Daniel Ballard belum keluar dari ruang perawatan.
Seakan belum cukup, enam nama lain terbang ke Piala Afrika: Habib Diarra, Bertrand Traore, Chemsdine Talbi, Noah Sadiki, Arthur Masuaku, dan Reinildo Mandava. Stadium of Light pun terasa setengah kosong… bahkan sebelum peluit dibunyikan.
Namun, harapan kecil tetap menyala lewat Wilson Isidor.
Dari empat golnya di liga, tiga lahir di kandang sendiri. Meski berpeluang hanya turun sebagai pemain pengganti, sang penyerang bermimpi menambah koleksi gol di hadapan publik Wearside—melawan lawan paling kejam yang bisa dibayangkan.
Di kubu City, kreativitas tetap mengalir. Hanya Fernandes dan Cherki yang mencatat assist lebih banyak dibanding Granit Xhaka (lima). Mantan gelandang Arsenal itu menjadi otak serangan, mematikan baik dari bola mati maupun permainan terbuka.
Guardiola memang kehilangan beberapa keping. Omar Marmoush dan Rayan Aït-Nouri absen karena Piala Afrika, sementara John Stones, Mateo Kovacic, Jeremy Doku, dan Oscar Bobb tumbang akibat cedera. Namun, City tetap City: dalam, tajam, dan menakutkan.
Nama Antoine Semenyo ikut berhembus di bursa transfer musim dingin, dikaitkan dengan tim berambisi juara. Tapi kepindahan sang pemain Ghana hampir pasti belum akan terwujud sebelum laga 1 Januari di Wearside.
Sorotan juga tertuju pada Cherki. Dalam empat laga terakhirnya sebagai starter Premier League, ia terlibat langsung dalam lima gol (satu gol, empat assist).
Dua assist di antaranya bahkan sudah ia berikan saat melawan Sunderland awal Desember lalu. Sang playmaker datang dengan misi: melanjutkan sihirnya.
Dan tentu saja, ada Erling Haaland. Mesin gol Norwegia itu telah mencetak 19 gol musim ini. Ia sudah menjebol 23 dari 24 stadion tandang Premier League yang pernah ia kunjungi—hanya Anfield yang menolak namanya di papan skor. Stadium of Light kini menjadi target berikutnya, pada kunjungan perdananya.
Malam ini, Sunderland melawan nasib. Manchester City melawan sejarah. Dan Stadium of Light bersiap menjadi saksi—apakah keajaiban, atau sekadar dominasi tanpa ampun.(maq)










