edisiana.com – Neymar sudah menentukan arah. Sang bintang Brasil memastikan akan tetap bertahan di Santos, klub yang membesarkan namanya. Dan satu tujuan besar yang membara: kembali ke tim nasional Brasil dan menutup karier internasionalnya di Piala Dunia yang diyakini akan menjadi yang terakhir.
Kontrak Neymar bersama Santos memang segera berakhir, namun perpanjangan tinggal menunggu waktu. Keputusan ini bukan sekadar soal nostalgia, melainkan strategi.
Bertahan di Vila Belmiro dianggap sebagai jalur paling realistis bagi mantan pemain Paris Saint-Germain itu untuk kembali masuk dalam rencana Carlo Ancelotti, pelatih yang kini memegang kendali Selecao.
Awal Desember lalu, Neymar sempat melontarkan janji penuh emosi: mencetak gol di final Piala Dunia dan membawa pulang trofi untuk Brasil, jika ia kembali dipanggil.
Sebuah pernyataan yang terdengar seperti mimpi, namun khas Neymar—penuh keyakinan dan drama. Ancelotti sendiri tidak sepenuhnya menutup pintu.
Namun faktanya, Neymar belum lagi mengenakan seragam Brasil sejak September 2023, ketika cedera lutut parah menghentikan lajunya. Cedera menjadi bayang-bayang panjang dalam fase akhir kariernya.
Mengutip laporan Daily Mail, sejak meninggalkan Eropa dan bergabung dengan Al-Hilal pada 2023—sebelum kembali ke Santos awal tahun ini—Neymar telah absen dalam total 89 pertandingan.
Angka yang menggambarkan betapa rapuhnya tubuh sang maestro.
Meski demikian, pengaruhnya di Santos tetap nyata.
Di tengah keterbatasan fisik, Neymar mencetak 11 gol dan menyumbang empat assist, kontribusi krusial yang membantu Santos selamat dari degradasi musim lalu di Serie A Brasil.
Namun jalan kembali ke Selecao tetap terjal. Ironisnya, Neymar masih menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil dengan 79 gol, tetapi status legenda belum cukup untuk menjamin tempat.
Dalam upaya terakhir yang dramatis, Neymar dikabarkan menggandeng fisioterapis asal Brasil, Eduardo Santos.
Ini bukan sekadar pemulihan, melainkan pertaruhan terakhir seorang bintang yang belum ingin menutup panggungnya.
Di Santos, Neymar tidak hanya bermain. Ia sedang menulis bab penentuan.(maq)











