Liverpool ke Elland Road: Ujian yang Seharusnya Mudah, Tapi Bisa Jadi Perang

Wirtz mencetak gol pertama untuk Liverpool. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Liverpool bertandang ke Elland Road, Kamis sore waktu setempat. Di atas kertas, ini duel yang nyaris tak seimbang: sang juara bertahan melawan Leeds United, tim yang berada di jalur kelam menuju label “terburuk dalam sejarah Premier League”. Semua tanda mengarah ke satu hasil—kemenangan The Reds.

Namun sepak bola Inggris tak pernah sesederhana itu.Arsenal sudah merasakannya.

Beberapa pekan lalu, favorit juara itu tersandung oleh Wolves, tim juru kunci yang di kandang sendiri berubah menjadi batu karang. Elland Road punya aura serupa: sempit, bising, dan penuh jebakan.

BACA JUGA:  Messi Didenda Karena Mencekik, Suárez Gara-gara Mencubit Lawannya

Meski begitu, Liverpool versi Arne Slot datang dengan amunisi penuh dan kepercayaan diri yang kembali menyala. Mereka baru saja menaklukkan Wolves—Old Gold yang hampir pasti turun ke Championship—dan kini mengoleksi empat kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Tiga di antaranya di Premier League, sebuah rangkaian yang mengangkat mereka ke empat besar klasemen.

Tekanan justru ada di kubu tuan rumah. Kemenangan Chelsea dan Manchester United pada hari Selasa membuat Leeds semakin dekat dengan jurang degradasi.

BACA JUGA:  Jimat Timnas Belgia

Sementara di sisi lain, atmosfer positif kembali menyelimuti Merseyside—bahkan tanpa kehadiran Mohamed Salah, yang pikirannya entah sedang melayang ke mana di Maroko.

Ada satu statistik yang membuat sejarah berpihak pada Liverpool. Sudah 21 tahun berlalu sejak mereka terakhir kali kalah di
Premier League pada tanggal 1 Januari.

Melansir Sport Mole, kekalahan terakhir itu terjadi pada 2005, saat Chelsea asuhan Rafael Benítez menjadi algojo. Sejak saat itu? Lima kemenangan dan satu hasil imbang di Hari Tahun Baru.

Elland Road menunggu. Leeds berharap pada keajaiban. Liverpool membawa momentum, sejarah, dan ambisi. Di Premier League, kejutan selalu mungkin—tetapi malam ini, The Reds datang untuk memastikan logika tetap menang.(maq)