edisiana.com – Aljazair mengirim pesan tegas dari Rabat. Tanpa Riyad Mahrez, pasukan Vladimir Petkovic tampil meyakinkan dan menundukkan Guinea Khatulistiwa 3-1, Rabu, 31 Desember 2025 dalam laga yang sepenuhnya mereka kuasai sejak menit awal.
Les Fennecs membuka skor lewat skema bola mati. Dari sepak sudut yang dieksekusi Moussa, bek tengah Zineddine Belaid menyelinap di kotak penalti dan menanduk bola tanpa ampun. Gol yang mencerminkan dominasi fisik dan organisasi rapi Aljazair.
Tekanan tak mengendur.
Dari sisi berlawanan, Fares Chaibi mengeksploitasi rapuhnya garis pertahanan lawan. Dengan penetrasi tajam ke area tengah, gelandang itu melepaskan tembakan keras yang meluncur tinggi ke gawang, menggandakan keunggulan.
Gol ketiga hadir dengan pola serupa: umpan silang Moussa kembali menjadi pembeda. Kali ini Ibrahim Maza berdiri bebas, membaca ruang dengan sempurna, lalu menyundul bola untuk mengunci kemenangan Aljazair.
Guinea Khatulistiwa, yang telah menelan dua kekalahan di laga pembuka Grup E, tampak jauh dari standar yang dibutuhkan, terutama di babak pertama.
Kapten sekaligus ujung tombak mereka, Emilio Nsue, bahkan harus sering turun jauh ke belakang untuk memacu rekan-rekannya agar menaikkan intensitas.
Frustrasi itu akhirnya tumpah di menit ke-50. Pemain berusia 36 tahun tersebut melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler yang menghujam sudut atas gawang—sebuah momen kualitas tunggal dari National Thunder di laga ini.
Di sisi lain, Petkovic tampak mulai menemukan formula. Aljazair tampil sebagai unit yang solid, pekerja keras, dan disiplin.
Para pemain cadangan pun memanfaatkan menit bermain untuk mencuri perhatian, menjelang duel babak 16 besar melawan DR Congo di stadion yang sama, Selasa, 26 Januari 2026.
Tanpa bintang terbesar mereka, Aljazair justru bersinar lebih terang.(maq)










